Tetang bagaimana aku jatuh cinta padamu,
tentang bagaimana aku sangat menginginkan mu untuk bersamaku lebih lama lagi,
tentang janji-janji yang kita pernah lontarkan dengan yakin dan lantang,
tentang bagaimana aku menginginkan kemungkinan-kemungkinan lain yang di mana kita berakhir bersama,
Aku berdoa tentang keinginanku pada Tuhan.
Aku begitu sangat memaksa.
Doa-doa panjang yang selalu ku ulang,
tapi memang yang nyata adalah takdir,
maka aku harus dan wajib melelakanmu.
Tapi aku tak semahir itu.
Aku takut sekali.
Tapi saat ini,
aku mencoba berani melangkah sambil menata hati yang porak-poranda bagaikan terkena bencana.
Patah hati itu sama saja seperti luka,
bisa sembuh,
namun tetap saja meninggalkan bekas dan cacat seumur hidup.
Mungkin luka ini meninggalkan bekas yang abadi,
namun bukan berarti semua telah berakhir.
Tuhan yang begitu pengasih dan penyayang telah menata hidupku dengan rapi dan indah.
Aku sering begitu kesal akan takdir dan berakhir dengan banyak tanya,
Tapi Tuhan tak pernah meninggalkanku,
malah aku yang lari menjauh dari-Nya.
Aku ingin menutup rapat lembar tentang kita,
dan melanjutkan ke lembar selanjutnya yang Tuhan telah tuliskan untuk ku.
Mungkin luka yang tak sengaja kita torehkan ini begitu menyakitkan, namun sudah saatnya untuk benar-benar ikhlas.
Aku akan kembali tersenyum dan melambaikan tangan sebagai tanda aku mulai melangkah.
Tak ada yang bilang ini mudah, ini sulit.
Tapi ada janji dibalik bersama kesulitan, ada kemudahan. Dan aku sedang mengumpulkan keberanian untuk mempercayai itu.
Aku anggap kamu sebuah pelajaran.
Sesungguhnya, masih begitu banyak yang ingin aku katakan,
namun ada perasaan yang mengatakan untuk berhenti.
Mungkin diam lebih baik.
Diam dengan tenang.
Dan aku berhenti.
Baiklah,
selamat tinggal.
Instagram:
https://www.instagram.com/p/DLZtXAsBjly/?stkn=MW5uMmsxZzdoMmdkcA==
Tidak ada komentar:
Posting Komentar