Dia hanya terdiam,
tak ada bantahan.
"Berhayal kembali ke masa lalu cuma buang waktu, lagipula kau tak punya mesin waktu atau tongkat sihir."
Dia masih mematung di sana, terpaksa harus terus mendengarkan.
"Tak ada yang perlu ditangisi."
Padahal tak ada satu air mata pun yang jatuh.
"Tak ada yang perlu disesali."
"Jangan pura-pura tidak mengerti."
Dia tidak perduli.
"Tidak akan pernah berhenti sampai kau mati."
Lalu dia berdiri memandangi nisan yang terukir namanya.
Dia pergi, meningkalkan percakapan, menunggu giliran.
Mikiipanda, 9 Februari 2021.
Instagram:
https://www.instagram.com/p/CRfxjBqLscd/?stkn=MWVsbGdhN255am42eA==
Tidak ada komentar:
Posting Komentar